×

LAPORAN VALIDASI DATA INDIKATOR MUTU RSIA “BUNDA ARIF” PURWOKERTO

  1. Pendahuluan

Visi RSIA ‘Bunda arif’ Purwokerto adalah Menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak idaman di wilayah Karesidenan Banyumas. Sesuai dengan visi ini, Rumah Sakit Ibu dan Anak “Bunda arif” Purwokerto sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Rumah Sakit Ibu dan Anak “Bunda arif” Purwokerto dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Upaya peningkatan mutu pelayanan dilakukan di semua unit pelayanan, baik pada unit pelayanan medik, pelayanan keperawatan, maupun pada unit pelayanan administrasi dan manajemen melalui program jaminan mutu yang wajib dipantau. Program dalam mewujudkan RSIA “Bunda arif” Purwokerto yang bermutu adalah suatu program berkelanjutan yang disusun secara objektif dan sistematik untuk memantau dan menilai indikator mutu serta kewajaran pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Program penjaminan mutu merupakan aktivitas mendefinisikan, mendesain, memeriksa, memantau, mensurvei dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Aktivitas-aktivitas ini disusun secara komprehensif dan terintegrasi yang meliputi struktur, proses, dan output/outcome. Teknis pemantauan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit memerlukan penetapan indikator mutu yang digunakan sebagai variabel untuk mengukur suatu perubahan dengan menggunakan instrumen yang tepat.

Indikator mutu yang ditetapkan telah dipantau dengan instrumen yang disusun berdasarkan kebutuhan data yang diperlukan. Setelah dilakukan pengumpulan data oleh masing-masing unit dalam rumah sakit, maka rumah sakit menggunakan proses internal untuk melakukan validasi data sebelum dilaksanakan pelaporan dan publikasi data. Proses internal di dalam RSIA “Bunda arif” Purwokerto dalam rangka validasi data indikator mutu adalah dalam bentuk pengumpulan data, yaitu berupa kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja terkait kepada tim mutu RSIA “Bunda arif” Purwokerto.

Penyahihan/validasi data merupakan alat penting untuk memahami mutu dari data mutu dan untuk mencapai tingkat di mana data tersebut cukup meyakinkan bagi para pembuat keputusan. Validasi data menjadi salah satu langkah dalam proses penentuan prioritas untuk pengukuran, pemilihan indikator yang harus diukur, pemilihan dan pengujian ukuran, pengumpulan data, validasi data dan penggunaan data untuk perbaikan. Tujuan dari validasi data ini adalah tersedianya data dan informasi mutu yang valid sebagai dasar menejemen rumah sakit untuk mengambil keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program dan peningkatan kewaspadaan serta respon terhadap kejadian luar biasa yang cepat dan tepat.

  1. Maksud dan Tujuan
  2. Maksud

Sebagai bahan evaluasi pencapaian indikator mutu dari tiap unit kerja untuk mengetahui pencapaian indikator mutu di RSIA “Bunda arif” Purwokerto dengan cara mengambil ulang data.

  • Tujuan
  1. Memberikan informasi tentang data indikator mutu yang valid sebagai dasar menejemen rumah sakit untuk mengambil keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program dan peningkatan kewaspadaan serta respon terhadap kejadian luar biasa yang cepat dan tepat.
    1. Memberikan gambaran dan masukan kepada setiap unit kerja tentang peningkatan mutu yang telah dicapai
  1. Dasar
  1. Program kerja RSIA “Bunda arif” Purwokerto tahun 2019 dalam bidang peningkatan mutu dan keselamatan pasien
  • Program kerja PMKP tentang kegiatan validasi data internal indikator mutu RSIA “Bunda arif” Purwokerto.
  1. Kegiatan Validasi

Sesuai dengan pelayanan manajemen data dan indikator mutu RSIA “Bunda arif” Purwokerto indikator mutu yang dilakukan validasi data indikator klinik yaitu:

  1. Ketepatan waktu pengkajian awal pasien 1 x 24 jam setelah pasien masuk di Rawat Inap Anak
    1. Waktu tunggu pemeriksaan laboratorium darah rutin dan feses rutin < 1 jam
    1. Terselenggaranya IHT penanganan diare 1 tahun sekali
  • Pelaksanaan Validasi
  • Kegiatan pengumpulan data dilaksanakan tiap awal bulan. Pengumpulan data paling lambat tanggal 5 setiap bulannya.
  • Kegiatan validasi data dilaksanakan tiap tiga bulan sekali. Validasi data paling lambat dilakukan pertengahan bulan. dilaksanakan oleh kepala ruang masing-masing unit yang terkait.
  1. Hasil Kegiatan
NO INDIKATOR SATUAN TARGET HASIL PENGUMPULAN DATA HASIL PEMANTAUAN DATA VALIDASI PERBANDINGAN DATA PENGUMPUL DENGAN VALIDASI DATA KETERANGAN (VALID JIKA NILAI PERBANDINGAN ≥ 90%)
1 Ketepatan waktu pengkajian awal pasien 1 x 24 jam setelah pasien masuk di Rawat Inap Anak   % 100% 100% 100% 91,66% Valid
2 Waktu tunggu pemeriksaan laboratorium darah rutin dan feses rutin < 1 jam % 100% 100% 100% 100% Valid


  1. waktu pengkajian awal pasien 1 x 24 jam setelah pasien masuk di Rawat Inap Anak 
Judul indicator Pengkajian awal 1×24 jam setelah pasien masuk di Rawat Inap Anak
Definisi operasional Proses pengkajian awal yang dilakukan oleh DPJP kepada pasien yang masuk ke Rawat Inap anak. Standar:  Pemeriksaan awal dilakukan dalam waktu < 1x 24 jam sejak tercatat sebagai pasien rawat inap Anak Waktu pengkajian yang tertunda dapat berakibat: Menurunkan kepercayaan terhadap layanan RSMenimbulkan kecemasan kepada pasienpenundaan pelayanan yang bisa menimbulkan teterlambatan tindakan definitif
Tujuan Tergambarnya kecepatan pengkajian awal pasien rawat inap oleh dokter.
Dimensi mutu Keselamatan
Dasar pemikiran Standar SNARS Edisi 1
Alasan pemilihan indicator Pemilihan indikator terfokus pada proses yang berimplikasi  risiko tinggi, diberikan dalam volume besar, tinggi biaya atau cenderung menimbulkan masalah.
Numerator Jumlah pasien baru di Rawar Inap Anak yang mendapat pengkajian < 24 jam
Denominator Jumlah keseluruuhan pasien baru di rawat inap
Formula Jumlah pasien baru di Rawar Inap Anak yang mendapat pengkajian < 24 jam  : Jumlah keseluruuhan pasien baru di rawat inap x 100 %
Metode Pengumpulan Data Sensus harian
Cakupan data Semua pasien baru di IRNA Anak
Frekuensi pengumpulan data 1 bulan
Frekuensi analisis data 3 bulan
Analisis data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber Data Rekam medis
Wilayah Pengamatan Ruang Rawat Inap Anak.
Standar 100%
Penanggungjawab pengumpul data PJ data unit
Publikasi data Rapat Koordinasi
  • Waktu tunggu pemeriksaan laboratorium darah rutin dan feses rutin < 1 jam
Judul indikator Waktu tunggu pemeriksaan laboratorium darah rutin dan feses rutin < 1 jam
Definisi operasional Rentang waktu yang dibutuhkan bagi seorang pasien untuk diambil sampel darah atau feses sejak surat permintaan pemeriksaan dikirimkan ke laboratorium Standar: Pengambilan sampel dilakukan dalam rentang < 1 jam sejak permintaan pemerliksaan laboratrium dikirimkan ke laboratorium klinik. 
Tujuan Mengetahui rentang waktu pengambilan sampel darah atau feses bagi pasien-pasien diare.
Dimensi mutu Efektivitas dan Keselamatan
Dasar pemikiran Standar SNARS Edisi 1
Alasan pemilihan Indicator Pemilihan indikator terfokus pada proses yang berimplikasi risiko tinggi, diberikan dalam volume besar, tinggi biaya atau cenderung menimbulkan masalah
Numerator Jumlah pengambilan sampel yang dilakukan < 1 jam
Denominator Jumlah keseluruhan pasien yang membutuhkan pemeriksaan darah atau feses
Formula Jumlah pengambilan sampel yang dilakukan < 1 jam Jumlah keseluruhan pasien yang membutuhkan pemeriksaan darah atau feses x 100%
Metode pengumpulan data Sensus harian
Cakupan data Semua pasien yang termasuk dalam PPK dan CP
Frekuensi pengumpulan data 1 bulan
Frekuensi analisis data 3 bulan
Metode analisis data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber data Formulir mutu pemeriksaan darah dan feses yang telah terisi
Wilayah pengamatan Ruang Perinatologi
Standar 100 %
Penanggung jawab pengumpul data PJ data unit
Publikasi data Rapat Koordinasi
  • Analisa dan Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil pengumpulan data indikator mutu bulan Juni s.d Agustus 2019 dari semua unit kerja telah dilaksanakan pemantauan data dan divalidasi sebanyak 2 indikator area klinis, hasil validasi dari indikator mutu tersebut dinyatakan valid sehingga data dapat dipublikasikan.

  • Rekomendasi
  1. Sistem monitoring pelaporan indikator mutu lebih ditingkatkan sehingga peningkatan mutu dapat lebih membudaya.
  2. Indikator mutu yang telah di validasi dan sudah dinyatakan data valid bisa segera  diinformasikan kepada semua petugas unit kerja melalui rapat koordinasi untuk motivasi kinerja anggota agar lebih meningkatkan pelayanan demi tercapainya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di RSIA “Bunda arif” Purwokerto.
  3. Data indikator yang sudah di validasi bisa di publikasikan dan diinformasikan melalui website sesuai dengan ketentuan publikasi data RSIA “Bunda arif” Purwokerto sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.
  • PENUTUP

Validasi data menjadi salah satu langkah dalam proses penentuan prioritas untuk pengukuran, pemilihan indikator yang harus diukur, pemilihan dan pengujian ukuran dan penggunaan data untuk perbaikan. Dengan dilakukannya validasi data ini diharapkan akan tersedia data dan informasi mutu yang valid sebagai dasar manajemen rumah sakit untuk mengambil keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program dan peningkatan kewaspadaan serta respon terhadap peningkatan mutu rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *